PASURUAN, CBN-INDONESIA.COM – Ada cerita menarik dibalik bencana kebakaran hutan gunung Arjuno dengan kalimat istilah” Kemarin dibantu, Sekarang membantu”, itulah kalimat kemanusiaan yang biasa disebut saling tenggangrasa, yaitu saling berbagi, saling mengerti, saling peduli, definisi itu adalah makna sebenarnya dari kemanusiaan.
Dengan terjadinya musibah Kebakaran Hutan dan Lahan dampak (Karhutlah) sebagai dampak kemarau panjang (Elnino) 2026 mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di mana-mana, termasuk Hutan R.Soeryo di Gunung Arjuno.
Akibat kebakaran hutan Gunung Arjuno tersebut yang terjadi beberapa waktu yang lalu menyebabkan kerusakan total. Diketahui saluran Pipa air bersih dari hulu ke warga disekitaran Gunung Arjuno diantaranya Desa Jatiarjo Prigen dan Desa Tambaksari Purwodadi ikut terbakar dan menyebabkan mati total saluran air bersih.
Ada pelajaran besar dari kejadian musibah Karhutlah Gunung Arjuno yang terjadi pada hari Jumat “16 Oktober 2026” kemarin, masyarakat yang biasanya kebutuhan air bersihnya dari Gunung Arjuno tanpa ada masalah, tiba-tiba menjadi kepanikan bersama, dikarenakan air bersih dari lereng Gunung Arjuno yang menjadi satu-satunya suplay air bersih untuk memenuhi hajat hidup sehari-hari tiba-tiba mati total akibat kebakaran hutan.
Dalam waktu yang tidak lama, bantuan air bersih berdatangan memenuhi kebutuhan warga yang mengalami krisis air.
Pada hari rabu ” 21 Oktober 2026, air bersih dari Gunung Arjuno sudah mengalir meski 20-30% dari hari biasanya, namun suplay tersebut ditambah bantuan air dari semua pihak sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Awak media mencoba melakukan penelusuran di balik kisah pilu ini,” kepada “Agus Suyanto, legislator PKB asal prigen kamis “22 oktobee 2026” sore hari mendatangi POSKO BPBD yg berlokasi di Wahana wisata Hutan Cempaka Desa Dayurejo Prigen, hasil kunjungan tersebut bahwa untuk kebutuhan air bersih di Desa Jatiarjo sudah relatif aman tercukupi, namun untuk warga desa Tambaksari Purwodadi masih sangat kekurangan.
Hasil koordinasi wakil rakyat dari F-PKB dan BPBD pada hari tersebut sehingga bantuan air bersih difokuskan pada pemenuhan kedaruratan di Desa Tambaksari Purwodadi.
Mendengar informasi terdapat desa Tambaksari yang mengalami darurat air, pemuda Jatiarjo yang sebelumnya juga sebagai penerima bantuan air bersih juga tidak ketinggalan ambil peran dalam musibah kali ini, para pemuda Jatiarjo berperan sebagai relawan yang ikut membantu air bersih ke warga Tambaksari Purwodadi.
Agus Suyanto anggota FPKB menambahkan,” saya merasa salut, haru dan bangga atas budaya gotong royong, saling membantu, dan sikap saling peduli yang begitu kuat di masyarakat.
Menurut agus, kepekaan dan budaya gotong royong saling peduli ini perlu dibangun terus menerus, dalam mewujudkan tatanan sosial masyarakat yang kuat.(Yes/Red)
Users Today : 62
Views Today : 265
Total views : 582658


