UMKM Dalam Gempuran Ketidakpastian Siklus Ekonomi, DPRD Pasuruan Dalam Podcast JAWARA ,Bahas Rumusnya..!

PASURUAN, CBN-INDONESIA.COM Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut semakin adaptif menghadapi perubahan ekonomi dan dinamika kebijakan pemerintah. Hal tersebut mengemuka dalam podcast JAWARA (Jagongan Wakil Rakyat) bersama Potret Media yang digelar di Cafe Kopi Telu, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (17/2/2026).

Adaptasi dan Kontrol Biaya Jadi Kunci Bertahan

Dalam diskusi tersebut, H. Arifin menekankan pentingnya pengendalian biaya dan menjaga kualitas produk agar usaha tetap bertahan di tengah kenaikan harga bahan baku dan biaya distribusi.

Ia menggambarkan kondisi UMKM saat ini sebagai “seleksi alam”, di mana hanya pelaku usaha yang mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi dan kebijakan yang akan bertahan.

Menurutnya, pergantian kebijakan pemerintah membawa penyesuaian struktur ekonomi sehingga pelaku usaha perlu menyiapkan pola pikir adaptif, bukan menyalahkan keadaan.

Ia juga menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan yang berdampak pada biaya produksi. Karena itu, komunikasi intensif dengan pelanggan dinilai penting untuk menjaga loyalitas.

Transparansi kepada pelanggan, misalnya terkait penyesuaian ukuran atau harga produk akibat kenaikan bahan baku, dinilai dapat menjaga kepercayaan konsumen.

Inovasi Produk dan Digitalisasi Perlu Ditingkatkan

Sementara itu, H. Heru Very Nurcahya menilai kemampuan beradaptasi dan berinovasi menjadi strategi efektif menghadapi kondisi ekonomi yang tidak stabil.

Sebagai pelaku UMKM, ia merasakan langsung perubahan perilaku pasar dan menilai inovasi produk dapat membantu menutup penurunan daya beli sekaligus menekan dampak kenaikan biaya.

Ia mencontohkan sentra produksi tempe yang umumnya hanya menjual produk mentah, padahal terdapat peluang nilai tambah melalui pengolahan produk turunan seperti keripik tempe.

Menurutnya, inovasi produk mampu meningkatkan nilai ekonomi sekaligus membuka pasar baru.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial dan marketplace karena platform digital memungkinkan UMKM menjangkau pasar lebih luas tanpa biaya besar.

Pengelolaan Keuangan yang Tertib Perkuat Usaha

Di sisi lain, H. Elyas menyoroti pentingnya manajemen keuangan yang disiplin agar pelaku UMKM dapat mengontrol pertumbuhan usahanya.

Ia menegaskan bahwa keuangan usaha harus dipisahkan dari keuangan pribadi untuk memudahkan pemantauan arus kas dan perkembangan bisnis.

Dengan pemisahan tersebut, pelaku usaha dapat mengetahui laba, modal yang berputar, serta pertumbuhan usaha secara berkala.

Berdasarkan pengalamannya, pencampuran keuangan menjadi salah satu penyebab usaha sulit berkembang karena pelaku usaha tidak dapat mengukur kinerja bisnis secara objektif.

Ia juga menekankan pentingnya ketekunan, kejujuran, serta kolaborasi dengan lingkungan sekitar dan pemerintah desa guna memperkuat ekosistem UMKM lokal.

Peluang UMKM Masih Terbuka

Para narasumber sepakat bahwa meski menghadapi berbagai tantangan, peluang UMKM tetap terbuka lebar. Tren kuliner, budaya nongkrong, serta pasar digital memberikan ruang pertumbuhan baru bagi pelaku usaha.

Dengan adaptasi, inovasi, dan pengelolaan usaha yang baik, UMKM dinilai mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah dinamika ekonomi.

Podcast JAWARA menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat untuk membahas persoalan riil yang dihadapi pelaku usaha serta mencari solusi bersama guna memperkuat ekonomi daerah. (Yes/Red)

Our Visitor

1 3 8 7 2 1
Users Today : 41
Views Today : 220
Total views : 489252
Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Berita lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *