PASURUAN, CBN-INDONESIA.COM – Petani resah, serangan hama tikus yang terus merajalela merusak tanaman padi usia muda dan benih padi membuat petani di Desa Kertosari Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan Kelimpungan hingga terancam alami kerugian.
Pasalnya, para petani sudah sangat kebingungan bagaimana caranya untuk bisa membasmi hama tikus tersebut. Minggu (15/02/2026).
Petani Desa Kertosari Nursalam, mengatakan, hama tikus ini menyerang tanaman padi sejak masa pembenihan dan Pembesaran.
Hama Tikus tersebut terus memakan dan menggerogoti batang padi sehingga akan terancam gagal tumbuh, bahkan banyak mati yang muda.
Akibatnya dari serangan hama tikus, banyak tanaman padi tidak bisa tumbuh sempurna seperti tahun lalu. Bahkan banyak petani yang harus menanam ulang bibit padi, karena tanaman padi gagal tumbuh.
“Padi yang baru di tanam dan pada saat masih benih yang jadi sasaran. Rata-rata usia padi sekitar satu sampai dua bulan. Kalau dibiarkan padi akan rusak, hingga kami terpaksa menanam ulang,” terangnya.
Putra menambahkan, sejauh ini para petani sudah mencoba berbagai cara untuk membasmi hama tikus ini. Mulai dari memasang umpan hingga menggunakan peralatan jebakan khusus.
Namun, cara ini tak cukup efektif mengurangi serangan tikus yang merajalela tersebut,” imbuhnya.
Para petani berharap ada upaya dari pemerintah Kabupaten Pasuruan khususnya Dinas pertanian, untuk bisa turun tangan bagaimana mencari cara membasmi hama tikus ini agar tidak membuat petani mengalami kerugian.
Harapan kami pemerintah punya langkah jitu untuk membasmi hama tikus ini. Sebab kami kewalahan. Yang bisa kami lakukan dan paling efektif hanya dengan cara membuat jebakan manual ini,” pungkasnya. (Yes/Red)
Users Today : 44
Views Today : 328
Total views : 487509


